Entering 'HELANG' territory at your own risk.

'BACA-lah Dengan Nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi..'

Allah s.w.t. berfirman mafhumnya: "Wahai orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar -benar taqwa, dan janganlah kamu mati kecuali kamu dalam keadaan Muslim." ( Surah Ali 'Imran : 102 )


" JIHAD YANG PALING UTAMA IALAH (MENYAMPAI) KATA-KATA BENAR DIHADAPAN PEMIMPIN YANG MENYELEWENG ".
(Riwayat At-Turmizi & Ibnu Majah)


“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang membuat zalim nanti kamu akan disambar oleh api neraka sedangkan kamu tiada sebarang penolong pun selain dari Allah. kemudian (dengan sebab kecenderungan kamu itu) kamu tidak akan mendapat pertolongan”
(Surah Hud: 113)

"Manusia ketika di dunia semuanya tidur (lalai), bila mati baru mereka terjaga (tersedar)." ( Sayidina 'Ali r.a.)

"Daripada Abu Hurairah r.a. bahawa Rasullulah s.a.w. bersabda yang bermaksud; "Tuhan kita turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir dan berfirman, 'Sesiapa yang berdoa kepada-Ku maka Aku memenuhinya. Sesiapa yang memohon kepada-Ku maka Aku akan memenuhinya. Sesiapa yang meminta ampun maka Aku mengampuninya.'"
( Hadis Qudsi Riwayat al-Bukhari, Muslim, AbuDaud dan lain-lain.)

Monday, May 16, 2011

KASIH SAYANG DALAM ISLAM



“Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di s...isi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).


AJARAN Islam tentang kasih sayang telah lama di kumandangkannya dengan sempurna dan indah. Namun, kebanyakan dari manusia tidak menyedari apa erti sesungguhnya dari kasih sayang itu sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya. Sebagaimana syair yang mengatakan, “mawaddatuhu taduumu likulli haulin, wa hal kullun mawaddatuhu taduumu”, kasih sayangnya (manusia) selalu kekal untuk segala hal yang menakutkan, dan apakah setiap orang itu kasih sayangnya selalu kekal. (Jawaahirul Balaaghah:407).

Hal ini karena tidak diniatkan semata karena Allah yang tidak dijadikan sebagai ladang amal bahkan hanya untuk memperoleh keuntungan dan kesenangan duniawi saja.Makna kasih sayang tidaklah berhujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama makhluk sepanjang kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri.

Rasulullah saw. bersabda, “Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah” Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi). Dalam hadis tersebut kasih sayang seorang Muslim tidaklah terhadap saudara se-Muslim saja, tapi untuk semua umat manusia. Rasulullah saw. bersabda, “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab mereka. Berkata Rasulullah, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).” (H.R. Ath-Thabrani).

Bahkan, bukan hanya kepada manusia saja ajaran Islam yang tinggi ini telah mengajarkan bagaimana kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan yang harus direalisasikan. Abu Bakar Shiddiq r.a. pernah berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak- anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu.” Sebuah nasihat ini walau dalam keadaan untuk perang, ajaran Islam tetap memancarkan kasih sayangnya terhadap manusia, haiwan, dan tumbuhan. Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas khemahnya.

Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas khemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil ‘alamiin. Sifat kasih sayang adalah termasuk akhlak yang mulia yang dicintai Allah. Sebaliknya Allah sangat membenci akhlak yang rendah. Di antaranya kepada orang-orang yang tidak memiliki rasa belas kasih sayang. Ditegaskan hadis Rasulullah saw., Laa tunza’ur rahmatu illaa min syaqiyyin. Rasa kasih sayang tidaklah dicabut melainkan hanya dari orang-orang yang celaka.
(H.R. Ibn. Hibban).

Yang dimaksud dengan orang celaka adalah orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang di dalam hatinya baik untuk dirinya maupun orang lain. Di sinilah perlunya kita bermuhasabah, bertafakur, apakah diri ini sudah benar menjalani hidup. Bagaimana kita mengasihi dan menyayangi ciptaan Allah sebagai akhlak yang mulia. “Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah.” (H.R. Na’im melalui Ibnu Abbas r.a.).

Cinta kepada Allah
Di antara manusia banyak yang cinta dan mencintai Allah, tapi lebih banyak yang mencintai dunia. Mencintai Allah adalah fardu bagi kaum Muslimin dan Muslimat yang bukan sekadar dikata saja. Dan jika kita benar-benar mencintai Allah secara kesungguhan hati, maka proses “rasa kasih sayang” untuk makhluk ciptaan-Nya akan terbentuk dalam hati kita. Selain itu, jati diri kita sebagai seorang Muslim akan tampak lebih kokoh serta mampu menjalani syariat-syariat Islam yang diridai dan di berkahi oleh Allah SWT. Cinta kepada Allah adalah hal yang utama, sebagai jalan untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat dengan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan- Nya.

Cinta kepada Allah hendaklah melebihi cinta kepada segala yang maujud yang selain Allah. Mencintai Allah berarti juga mencintai Rasul-Nya, yakni mengikuti segala petunjuk Rasul dengan sepenuh-penuhnya. Firman Allah SWT, “Katakanlah (hai Muhammad), ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha

Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Ali Imran [3]:31). Ketahuilah, kehidupan akhirat adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal. Wallahu a’lam bishshawab.***

Friday, April 15, 2011

PENAFIAN.

ASSALAMUALAIKUM.

TELAH DIKESAN TERDAPAT 'INSAN TANPA AKAL' TELAH MENGUJUD SATU AKAUN FACEBOOK ATAS NAMA 'HELANG KEDAH' DENGAN CARA YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB DAN TIDAK BERTAMADUN. 

DENGAN ITU, BILLYtheKID PEMILIK BLOG 'HELANG KEDAH' MENAFI-MILIKAN SERTA PENGLIBATAN SECARA LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG KEATAS AKAUN TERSEBUT. 

DAN TIDAK BERTANGGUNGJAWAB KEATAS APA JUA KESAN ATAU AKIBAT YANG TERHASIL DARIPADA AKTIVITI AKAUN TERSEBUT

HARAP MAKLUM..!

BILLYtheKID.

Wednesday, March 30, 2011

Jahubar Sathik Mengganas lagi..!

Terbaru, cubaan untuk memecat Pengurus Besar Bina Kuari Sdn. Bhd., Tuan Haji Syed Yusoff. Namun cubaan itu tidak berjaya. Khabarnya, bahawa kesemua Ahli Lembaga Pengarah telah mencapai kata sepakat, tetapi terpaksa menarik balik hasrat setelah diberi kata dua oleh Tuan Haji Syed Yusoff sekiranya beliau dipecat tanpa alasan  yang kukuh atau berniat jahat (malafide), beliau akan mendedahkan kepincangan - kepincangan yang dlakukan oleh Dato Jahubar Shatik khususnya di Bina kuari dan BDB amnya.

Bagi tujuan menutup mulut Tuan Syed Yusoff  telah ditawar kontrak selama dua (2) tahun sebagai Pengurus Besar Bina Kuari Sdn. Bhd. (BINAK). Perkembangan ini merupakan sesuatu yang sangat janggal, mengapa tindakan yang jelas menyalahi amalan dan etika pengurusan perniagaan dan korporat dibiarkan berlaku didalam GLC negeri Kedah.

Lembaga Pengarah yang dipengerusikan oleh YB Senator Yusuf Husin JP, SDK, begitu mudah dipengaruhi didalam membuat keputusan yang penting. Senario ini boleh ditafsirkan samada, kelayakan dan tahap pengetahuan Ahli Lembaga Pengarah yang lemah atau wujudnya amalan yang tidak sihat.



Apakah kepincangan - kepincangan yang telah dilakukan oleh Dato Jahubar Sathik sehingga terpaksa menawar semula kontrak selama dua (2) tahun. Wajarkah, dibiarkan terus berlaku dan dilindungi.?

Tuesday, March 29, 2011

Pilih..jgn salah pilih..!

Ali bin Abi Thalib KW. berkata, ‘Dunia berjalan meninggalkan (manusia) sedangkan akhirat berjalan menjemput (manusia) dan masing2 mempunyai penggemar, karena itu jadilah engkau penggemar akhirat dan jangan menjadi penggemar dunia. Sesungguhnya masa ini (hidup di dunia adalah masa beramal bukan masa pembalasan, sedangkan esok (hari akhirat) adalah masa pembalasan bukan masa beramal.’

Monday, March 14, 2011

'LALAT'

Firman Allah s.w.t. dalam surah al-Hajj ayat 73 yang bermaksud:


" Wahai umat manusia! Diberikan satu perbandingan, maka dengarlah akannya dengan bersungguh-sungguh. 


Sesungguhnya mereka yang kamu seru dan sembah, yang lain daripada Allah itu, tidak sekali-kali akan dapat mencipta seekor lalat walaupun mereka berhimpun beramai-ramai untuk membuatnya. Dan jika lalat itu mengambil sesuatu daripada mereka, mereka tidak dapat mengambilnya balik daripadanya. (Kedua-duanya lemah belaka), lemah yang meminta (daripada mendapat hajatnya) dan lemah yang kena minta (daripada menunaikannya)."

Saturday, February 26, 2011

PAS 'Double Standard' ?

 

QARIAH TIDAK DIBENARKAN MENYERTAI MUSABAQAH.







 
ARTIS WANITA TIDAK DIHALANG MELAKUKAN PERSEMBAHAN TERBUKA. 
( SINAR HARIAN EDISI UTARA )
( 25 FEB. 2011 - JUMAAT - U2 )

Friday, February 25, 2011

NASIHAT MAULANA HASAN 'ALI AL-NADWI

Al-Syeikh Abu al-Hasan ‘Ali al-Nadwi r.h ialah seorang tokoh ilmu dan dakwah dari Benua India. Terkenal sebagai seorang zuhud dan bersungguh dalam dakwahnya. Semasa hayatnya dia pernah berikan nasihat  kepada al-Ikhwan al-Muslimin tentang dakwah. Katanya: “Wahai Ikhwan Muslimin yang mulia!  

Sasaran dakwah al-din dan tajdid Islami (pembaharuan Islam) itu bukanlah mudah. Bukanlah tujuan dan tumpuannya untuk menukar kerajaan semata. Tidak jua untuk mengubah satu suasana politik kepada suasana politik yang lain. Tidak untuk menyebarkan pengetahuan dan ilmu, atau menghadapi buta huruf dan kejahilan, atau memerangi pengangguran, atau mengubati kecacatan masyarakat dan akhlak atau seumpamanya seperti yang diperjuangkan oleh para pejuang perubahan di Barat dan Timur. 

Sebaliknya, ia adalah seruan Islam yang merangkumi akidah dan akhlak, amalan dan siasah, ibadah juga keperibadian diri dan masyarakat. Ia meliputi akal dan jiwa, ruh dan jasad. Ia bergantung kepada perubahan mendalam dalam jantung hati dan jiwa, akidah dan akal...istimewanya dakwah dan kesungguhan para nabi ialah ketulusan mereka dari memikirkan kepentingan kebendaan, hasil yang segera. 

Mereka tidak mencari dengan dakwah dan jihad mereka melainkan keredhaan Allah. Melaksanakan perintahNya dan menunaikan risalahNya. Akal dan pemikiran mereka tulus dari amalan untuk dunia, mendapat kedudukan, menghasilkan kekuatan untuk keluarga dan pengikut, memperolehi kerajaan. Bahkan itu semua tidak pernah terlintas dalam fikiran mereka. 

Adapun kerajaan yang tertegak untuk mereka pada waktu mereka dan kekuatan yang diperolehi pada masa itu hanyalah hadiah daripada Allah. Ia sebagai jalan untuk sampai kepada matlamat agama, melaksanakan hukum-hakamnya, mengubah masyarakat dan mengarahkan kehidupan…Wahai tuan-tuan! Besarnya perbezaan antara matlamat yang dituju, dan natijah yang muncul. Perbezaan ini akan zahir dalam jiwa yang bekerja untuk itu. 

Maka, yang bertujuan mendapatkan kerajaan, akan hilang kesungguhan dan diam apabila tidak memperolehinya, atau hilang harapan mendapatkannya. Dia akan berhenti dari dakwah. Dia juga akan melampau jika berjaya..Wajib kepada kita membersihkan akal dan jiwa kita, semata-mata untuk dakwah. 

Hanya dakwah, khidmat, pengorbanan, mengutamakan saudara muslim, mengeluarkan manusia –dengan izin Allah- dari segala kegelapan kepada cahaya (Islam), dari jahiliyah kepada Islam, dari kesempitan dunia kepada keluasannya. Dari kekejaman agama-agama yang sesat, sistem-sistem yang zalim, mazhab-mazhab yang tidak menentu, kepada keadilan Islam dan lembayungnya. Faktor yang membawa kita kepada amal dan jihad hanyalah untuk menunaikan perintah Allah dan kemenangan pada Hari Akhirat. Juga kerana apa yang Allah sediakan untuk hamba-hambaNya dari ganjaran dan pahala. 

Kemudian, faktor lain ialah simpati kepada makhluk, kasihan kepada insan yang terseksa, dan keinginan terhadap keselamatan manusia.Jika pada satu peringkat dakwah, atau pada satu masa –setelah prinsip-prinsip dakwah dan akidah kukuh dalam jiwa pendakwah- tujuan dakwah tidak dapat dicapai melainkan dengan mendapatkan kerajaan, kita akan berusaha untuk mendapatkannya. 

Demi kemaslahatan dakwah. Dengan jiwa yang luhur dan bersih, benar dan amanat, kusyuk dan tulus, seperti kita bersungguh dalam tanggungjawab dan rukun agama, juga ibadah-ibadah yang lain. Tiada beza bagi seorang mukmin antara kerajaan dan ibadah yang lain, jika telah ikhlas dan betul niatnya. Kesemua itu dalam redha Allah, kesemuanya pada jalan Allah. Kesemuanya ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah. 


 (al-Qaradawi, Al-Syeikh Abu al-Hasan al-Nadwi kama ‘araftu, m.s. 122-125, Damsyik: Dar al-Qalam)

Wednesday, February 16, 2011

Tabir Allah Atas Kaum Mukmin.

Daripada Shafwan bin Muhriz al-Mazini berkata, "Ketika aku berjalan bersama Ibn Umar r.a. bergandingan tangan, tiba-tiba seseorang menghalang seraya bertanya: 'Bagaimana anda mendengar Rasullullah s.a.w. berkata tentang al-najwa (bisikan).' Dia menjawab: 'Aku mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:

"Allah mendekati hamba-Nya lalu meletakkan tabir-Nya atasnya dan menutupinya lalu berfirman, 'Apakah kamu mengetahui dosa yang sedemikian, apakah kamu mengetahui dosa yang sedemikian?' ".

"Dia menjawab: 'Ya, wahai Tuhanku. 'Hingga ketika dia mengakui dosa-dosanya dan menyangka bahawa dirinya binasa, Allah berfirman (yang bermaksud), 'Aku menutupi kesalahan-kesalahanmu dunia dan mengampuninya untukmu pada hari ini.' Lalu diberikan buku kebajikannya."

"Adapun terhadap kaum kafir dan munafik, para saksi berkata, 'Merekalah orang yang mendustakan Tuhan mereka.' Ketahuilah bahawa laknat Allah tertimpa atas kaum yang zalim."

( Riwayat al-Bukhari dan Muslim ).

Saturday, February 5, 2011

Binasa yang diundang.

'Ali bin Abi Talib berkata:
  “Sesungguhnya binasanya manusia terdahulu kerana mereka menghalang kebenaran sehingga ianya dibeli. Mereka membentangkan kezaliman sehingga ianya ditebus.”

(Ibn Muflih, Al-Adab al-Syar‘iyyah, 1/201).

PERINGATAN BAHLUL KPD SI BAHALOL..

Anonymous said...
Suatu hari, Bahlul masuk ke pej MB Kdh, dia tengok bangku MB kosong,terus dia duduk. (sebgi ingatan, menjd kesalahan besaq dok ataih bngku MB apa lg nk mimpi ganti MB). Bila puak2 MB nmpk(Pk Chop n the geng) pa lg, siap kena penampaq,penumbok, sepak teqhajang,lengkap. Bahlul teqheyiak sakan la. MB masuk, dia jerkah, hang sapa? mai buat pa? Sambil menahan sakit Bahlul bgtau , dia nk bg nasihat kt MB.. degaq tu ka, hangin satu bdn la MB, Nasihat? Hoi budak kayiaq, hang sapa? Sapa hang nak ajaq aku..? Aku MB hang tau dak, dulu pensyarah.. aku tau semua, hang apa tau!!!!!..... Bahlul x peduli, dia terus cakap, “Wahai Raja, aku cuma duduk di tahtamu sekali tapi mereka telah memukuliku dengan begitu keras. Apalagi kau, kau telah menduduki tahtamu selama dua puluh tahun. Pukulan seperti apa yang akan kau terima? Aku menangis bkn kerna sakit di pukul, tapi karena memikirkan nasibmu yang malang…

Wednesday, February 2, 2011

Jihad Yang Paling Utama.

Nabi s.a.w dalam hadis baginda:
“Adakalanya seseorang kamu berucap dengan sesuatu kalimat yang diredhai Allah, padahal dia tidak menyangka ia akan sampai ke tahap sedemikian lalu dengannya Allah mencatatkan keredhaan untuknya sehingga hari dia bertemu Allah. Adakalanya seseorang kamu pula berucap dengan sesuatu kalimat yang dimurkai Allah, padahal dia tidak menyangka ia akan sampai tahap sedemikian lalu dengannya Allah mencatatkan kemurkaaan untuknya sehingga hari dia bertemu Allah”. (Riwayat Malik dan al-Tirmizi).
Kata tokoh ulama salaf yang besar Sufyan bin ‘Uyainah (meninggal 198H)
“Hadis ini bermaksud kalimah di hadapan pemerintah, kalimat yang pertama (yang direhai Allah) ialah yang menghalang kezalimannya. Kalimat yang kedua (yang dimurkai Allah) ialah yang mendorong pemerintah melakukan kezaliman” (Al-Mubarakfuri, Tuhfah al-Ahwadhi, 7/21, Beirut: Dar al-Fikr).
Ya, berdasarkan hadis ini, sekalipun pengucapnya tidak menyangka sebegitu besar kesan ucapannya, atau menganggapnya kecil, namun disebabkan kesan baik dan buruk dari ucapannya itu, maka dia mungkin mendapat pahala, ataupun dosa.

Dalam hadis yang lain Nabi s.a.w menyebut:
“Adakalanya seorang hamba Allah mengucapkan satu kalimah yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam Neraka yang jaraknya dalamnya antara timur dan barat” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
 Allah berfirman: (maksudnya)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu memberikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu berhukum di kalangan manusia maka hendaklah kamu berhukum dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.” (Surah an-Nisa’ ayat 58).
 Firman Allah: (maksudnya)
“Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja ialah yang kuat lagi amanah” (Surah al-Qasas:26).
Dua ciri ini hendaklah dilihat dalam kerangka jawatan yang hendak diberikan. Jika jawatan itu membabitkan kewangan umpamanya, maka kemampuan dalam pengurusan kewangan dan digabungkan dengan nilai amanah dalam diri calon yang dilantik. Begitulah juga jawatan dalam bidang-bidang yang lain. Maka dilihat kemampuan calon dalam tanggungjawab yang hendak diberikan dan nilai amanah dalam dirinya.

Kata Syeikhul-Islam Ibn Taimiyyah dalam kitabnya Al-Siyasah al-Syar`iyyah fi Islah al-Ra`iy wa al-Ra`iyyah:
“Hendak dipastikan orang yang terbaik bagi setiap jawatan, kerana sesungguhnya kepimpinan itu mempunyai dua rukun iaitu al-Quwwah (kekuatan/kemampuan) dan al-Amanah…Al-Quwwah dinilai pada setiap kepimpinan berdasarkan keadaannya. al-Quwwah dalam mengetuai peperangan merujuk kepada keberanian hati, pengalaman dalam peperangan, tipu daya peperangan kerana peperangan itu adalah tipu daya dan kepada kemampuan dalam berbagai jenis peperangan…al-Quwwah dalam kehakiman manusia merujuk kepada ilmu mengenai keadilan seperti yang ditunjukkan oleh al-Quran dan al-Sunnah dan kepada kemampuan melaksanakan hukum. Dan amanah pula merujuk kepada perasaan takutkan Allah, tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah dan tidak takutkan manusia (sehingga mengabaikan Allah-pent.)”. (m/s 26. Kuwait: Dar al-Arqam)

Sunday, January 30, 2011

Sapa Bodoh..?

 "Exco aku semua bodoh-bodoh...!!!"

"Sapa depa nak ajaq aku..? Aku pensyarah.. aku tau semua...!!!"

Wednesday, January 26, 2011

Tazkirah - Yang Memimpin dan Dipimpin

Allah berfirman dalam Surah al-Ahzab ayat 66-68: (maksudnya)

Pada masa muka mereka dibalik-balikkan dalam neraka, mereka berkata (dengan sesalnya): “Alangkah baiknya kalau kami dahulu (semasa di dunia) taat kepada Allah serta taat kepada Rasul Allah. 
 Dan mereka berkata lagi: “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mematuhi kehendak ketua-ketua dan orang-orang besar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan yang benar. Wahai Tuhan kami, berilah mereka azab sengsara dua kali ganda, dan laknatkanlah mereka dengan laknat yang sebesar-besarnya!”.  

Justeru itu dalam hadis baginda menyebut: “Sesungguhnya ALLAH meredhai kamu tiga perkara, dan memurkai kamu tiga perkara. Dia meredhai kamu jika (pertama) kamu beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya sedikitpun, (kedua) kamu berpegang teguh dengan tali ALLAH kesemuanya. (ketiga) Kamu menasihati sesiapa yang ALLAH jadikan dia memerintah urusan kamu. Dia memurkai kamu banyak bercakap (yang tiada faedah), menghilangkan harta dan banyak bertanya (maksudnya pertanyaan yang tidak berfaedah)
 (Riwayat Malik dalam al-Muwatta`).

Firman Allah: (maksudnya) “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu memberikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu berhukum di kalangan manusia maka hendaklah kamu berhukum dengan adil. Sesungguhnya Allah memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.” (Surah an-Nisa’ ayat 58).


Seorang pemimpin itu mestilah mempunyai penasihat-penasihat yang baik. Mereka menasihatinya dengan jujur, dan hendaklah selalu dia berkata “berikan pendapat yang ikhlas lagi diredhai Allah kepada saya” Sabda Nabi s.a.w.: “Tidak dilantik seorang khalifah melainkan akan ada baginya dua bitanah (penasihat yang rapat). (Pertama) Bitanah yang menyuruhnya untuk melakukan kebaikan serta menggalakkannya. (Kedua) bitanah yang menyuruhnya untuk melakukan kejahatan serta menggalakkannya. Hanya selamat ialah sesiapa yang selamatkan ALLAH. 
 (Riwayat al-Bukhari dan al-Nasai).

Semua pemimpin hendaklah memastikan perdampingan dengan penasihatan yang baik itu benar-benar dihayati dalam kepimpinannya. Inilah jalan selamat setiap kepimpinan.

Sunday, January 23, 2011

Tazkirah - Pesan Taqwa untuk Pemerintah.


Wahai Amirul Mukminin!

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: “Sesiapa sahaja dalam kalangan pemerintah, apabila mati dalam keadaan menipu rakyatnya, nescaya diharamkan syurga untuknya.”



  Wahai Amirul Mukminin!

Sesiapa yang benci kepada kebenaran, sesungguhnya ia benci kepada Allah kerana sesungguhnya Allah itu benar lagi membenarkan.

Hendaklah tuanku tegakkan kebenaran dan keadilan ke atas rakyat. Tutuplah aurat (keaiban) mereka. Janganlah dikunci pintu rumah tuanku atau mengadakan hijab (penghalang) antara tuanku dengan mereka. Hendaklah tuanku bergembira dengan nikmat yang mereka terima dan bersimpatilah dengan musibah yang menimpa mereka.

Wahai Amirul Mukminin!

Urwah bin Ruwain berkata: ”Pernah Rasulullah s.a.w. memiliki pelepah kurma yang digunakan untuk bersugi sehingga menakutkan kaum munafik. Kemudian turunlah jibril bertanya: ’Hai Muhammad! Apakah pelepah kurma ini engkau gunakan untuk menghancurkan atau menakutkan hati umatmu?’.”

Wahai Amirul Mukminin!

Relakanlah dirimu dengan dirimu! Dan carilah keamanan daripada Tuhanmu! Gemarlah kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ingatlah sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: ”Sesungguhnya tempat letak panah yang dimiliki oleh ahli syurga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (Riwayat al-Tabarani no.6134)

Wahai Amirul Mukminin!

Sesungguhnya jika sesebuah kerajaan yang sebelummu itu kekal, nescaya ia tidak akan sampai kepadamu. Begitu jugalah, ia tidak akan kekal ditanganmu atau sesiapa sahaja.

Wahai Amirul Mukminin!

Ingatlah kata-kata Umar al-Khattab: ’Jika mati anak kambing di tepi sungai Furat (Iraq), nescaya aku takut akan dipertanggungjawabkan  mengenainya diakhirat kelak! Maka bagaimana pula halnya dengan rakyatmu yang tidak beroleh keadilan daripadamu sedangkan ia sangat hampir denganmu?”

Wahai Amirul Mukminin!

Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud: ” Hai Daud! Sesungguhnya Kami jadikan engkau khalifah di muka bumi. Sebab itu putuskanlah sesuatu perkara antara rakyatmu dengan kebenaran. Janganlah engkau turut kemahuan nafsumu, nanti engkau akan disesatkan dari jalan Allah.” ( Surah Sad 38:26)

Wahai Amirul Mukminin!

Rasulullah bersabda yang bermaksud: ” Setiap pemerintah akan dibawa pada hari kiamat dengan tangannya dirantaikan ke leher. Ia hanya dapat dibuka oleh keadilannya. Ia diberhentikan di atas titian sirat di atas neraka yang akan bergerak dengan satu gerakan yang akan menghilangkan seluruh anggota dari badan. Kemudian ia dikembalikan. Lalu dihitung  amalannya. Kalau ia dahulu berbuat baik, nescaya ia terlepas dengan kebaikannya. Kalau ia dahulu berbuat jahat, nescaya pecahlah titian itu, lalu ia terhumban ke dalam neraka tujuh puluh kharif (jarak masa setahun).”

Wahai Amirul Mukminin!

Umar r.a. berkata: ” Amir (pemerintah) itu ada empat jenis:

1.                  Amir yang kuat yang dapat mengawal diri dan pegawai-pegawainya. Ia seperti mujahid ( orang yang berjihad ).

2.                  Amir yang kuat yang dapat mengawal dirinya sendiri sahaja dan tidak pegawai-pegawainya. Dia berada ditepi jurang kebinasaan, kecuali Allah menurunkan rahmat keatasnya.

3.                  Amir yang dapat mencegah pegawai-pegawainya membiarkan dirinya mengikut hawa nafsu. Ia berada dalam keadaan yang membahayakan sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: ’Pengembala yang terjahat  itu bahaya yang menghancurkan. Dia itu binasa sendiri.’

4.                  Amir yang membiarkan dirinya dan pegawai-pegawainya menurut hawa nafsu. Mereka kesemuanya akan binasa.”

Wahai Amirul Mukminin!

Umar al-Khattab telah berdoa: ”Wahai Tuhanku! Sekiranya menurut ilmu-Mu, aku akan terpengaruh apabila dua rakyatku dihadapkan kepadaku, kepada yang miring daripada kebenaran, baik yang dekat atau jauh, maka janganlah Engkau biarkan aku walaupun sekelip mata.”

Wahai Amirul Mukminin!

Sesungguhnya yang paling berat ialah berdiri tegak untuk menegakkan kebenaran kerana Allah. Yang paling mulia di sisi Allah ialah taqwa. Sesiapa yang mencari kemuliaan dengan mentaati Allah, nescaya ia akan diangkat dan dimuliakan oleh Allah, sesiapa yang mencari kemuliaaan dengan membuat maksiat kepada Allah, nescaya ia akan dihina dan direndahkan oleh Allah.
 

( Surat ini ditulis dan diutuskan oleh Imam al-Auza’I kepada Khalifah al-Mansur, pemerintah Abbasiyyah )